Telaga Usia
Kita begitu karib fasih memilih asing. Menyerah pada waktu, Menghabisi kita di telaga usia. Hidup bersamamu serupa basa-basi: dua orang saling cinta, kalah pada keadaan— kalah pada cinta itu sendiri. Kini Aku di antara bakti dan dosa. Menyiksa, dan tanpa upaya. Sebab bagimu, aku adalah serba salah; kau membuatku merasa gila, kecil, tak berdaya di hadapan cinta Maha Agung. Kau hidup, tapi sudah mati. Tasikmalaya, 2025