Mengamini Waktu
En, Apakah kamu percaya? Dan mengamini bahwa manusia mesti bersiap pada dua perasaan, bahagia dan bersedih? Apakah bagimu itu sebuah keniscayaan En ? Hampir setiap hari aku merasa nyaris gila berada pada dua perasaan itu En. Dan seandainya bisa memilih En , aku memilih bersedih saja pada hidup. Sebab karena itulah mungkin aku tak lagi bisa berharap setelahnya ada kebahagiaan. Membosankan sekali En . Tapi apakah semua itu hanya prasangkaku saja En ? Apa karena aku tidak lagi memiliki kepekaan rasa? Atau kepekaan berpikir sebagai manusia? Persetan dengan semuanya. Terserah kau memandangku apasaja En , sebab dihadapanmu saja aku hanya ingin telanjang dan menjadi apa adanya. Lalu En , apakah kamu juga mengamini bahwa hati manusia itu terdiri dari waktu? Sesuatu yang kerap disandingkan dengan usia dan kematian, tapi kenyataannya lebih dari itu En . Aku selalu berpikir bahwa perasaan, yang sering terasa, adalah rangkuman bagaimana cara kerja w...
