Khotbah Rahim
Di majbah kuasa megalomania
Negara seperti imam
yang gemar menyembelih
domba-domba betina
Mereka meminjam nama Ibu
Menjadikannya pakaian suci
Sedang penis mereka isinya dusta
Tentara yang merajah tubuh belia
Sri Sukanti, Paini
Vagina-vagina sembilan tahun
yang dipaksa dewasa
Tumbal bagi narasi agung
Bangsat, kanibalisme peradaban !
Lihatlah ! Paradoks diatas meja
penjamuan kita malam ini
Payudara jadi laktasi agung undang-undang
jadi porno yang jalang dalam lembar uang
Negara berhasil membajak ASI
mencuci tangan dari tanggungjawab
Dengan dogma,
mereka mengunci pangkal paha kami
melipat jari kaki kami dengan tradisi
lalu dengan gincu, dengan agama
mereka berkata Syurga ada ditelapak kakimu, Ibu
sialan, musang birahi anjing !
dusta itu anjing !
Telapak kaki kami perih
Telapak kaki kami pecah
menyopiri nasib
menenteng anak difabel di kiri
sekarung beras di kanan
Sementara mereka sibuk menghitung laba
dari tubuh perempuan belia
di rawat seperti bonsai
memuaskan nafsu birahi-birahi anjing
Ibuisme adalah dusta
Ibuisme adalah penjara
Ibuisme adalah markas
tempat nama kami dikubur hidup-hidup
Kami bukan lagi Dewi
bukan lagi Maryam
Kami hanya lampiran
nama-nama suami
Kami hanya angka demografi
mudah dikebiri
mudah dipaksa bunting
jika serdadu birahi
Rahim kami bukan milik kami
Rahim kami mesin kapitalisme
Rahim kami properti kekaisaran
Rahim kami penyakit jika sipilis datang
Tapi kehormatan jika serdadu pulang membawa lencana
Tapi ketahilah
Kami adalah pendendam ulung
Kami adalah Sundel Bolong
yang merobek dada pemerkosa
adalah Kuntilanak
yang nyaring menertawakan impotensi
ketidak mampuan ereksi
Kami rangkuman
Kami ledakan sejarah negara dungu
Menjual hari Ibu dengan harga murah-meriah
tanpa kebijakan
tanpa perlindungan
tanpa nurani
Lalu berapa?
Berapa harga narasi agung sebuah negara?
Harganya adalah Aku
Harganya adalah Kami.
Hari ini
di mazbah bernoda megalomania
tuntutan ini takkan kami tarik kembali
Sebab menjadi perempuan
menjadi Ibu
atau tidak menjadi Ibu
adalah kedaulatan terakhir
kami rebut
adalah kedaulatan
sebelum kami
benar-benar mati
International Women's Day
Tasikmalaya, 08 Maret 2026

Komentar
Posting Komentar